Kepala Sekolah Sebagai Supervisor, Administrator dan Pemimpin

Posted by Muhamad Fauzi On Friday, December 25, 2009 0 komentar
A. Kepala Sekolah Sebagai Supervisor
Pelaksanaan supervisi merupakan tugas kepala sekolah untuk melakukan pengawasan terhadap guru – guru dan pegawai sekolahnya. Kegiatan ini mencakup penelitian, penentuan berbagai kebijakan yang diperlukan, pemberian jalan keluar bagi permasalahan yang dihadapi oleh seluruh pegawainya.
Adapun hal – hal yang harus diperhatikan oleh kepala sekolah sebagai supervisor, antara lain:

1. Pembinaan Guru
Guru sebagai pelaksana kurikulum harus mendapatkan bimbingan dari kepala sekolah, sehingga guru mampu melaksanakan kurikulum dengan baik. Maka sebagai supervisor yang mengadakan pembinaan terhadap guru, kepala sekolah dituntut harus memiliki sikap diantaranya; memiliki jiwa kepemimpinan, mengenal keadaan guru dan pegawai lainnya, membangkitkan semangat mereka dalam bertugas, memberikan kesempatan yang luas kepada mereka untuk mengembangkan kariernya dan menciptakan rasa kekeluargaan diantara mereka.
Kepala sekolah dituntut harus memadukan semangat kerja para guru agar menjadi satu kesatuan yang dinamis dalam melaksanakan tugasnya d sekolah. Selain itu juga kepala sekolah harus mampu meniadakan pertentangan individual atau kelompok dikalangan guru serta mengembangkan integritas kepribadian, kegotong-royongan dan semangat juang yang tangguh.

2. Pembagian Tugas Kepada Guru
Dalam pembagian tugas kepada guru, kepala sekolah harus terlebih dahulu mengetahui jumlah tenaga guru yang ada. Setelah itu pembagian dapat dilakukan sesuai efektifitas dan efisensi sekolah tersebut. Kepala sekolah dapat melakukan berdasarkan beberapa sistem; sistem guru kelas, sistem bidang studi dan sistem campuran.

B. Kepala Sekolah Sebagai Administrator
Kepala sekolah sebagai Administrator bertanggung jawab terhadap kelancaran pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di sekolahnya. Hal tersebut mencakup seluruh kegiatan sekolah, seperti; proses belajar-mengajar, kesiswaan, personalia, sarana prasarana, ketatausahaan dan keuangan serta mengatur hubungan sekolah dengan masyarakat. Selain itu juga, kepala sekolah bertanggung jawab terhadap keadaan lingkungan sekolahnya.
Maka sebagai syarat mutlak menjadi kepala sekolah yang berkompeten, harus mampu dengan baik melaksanakan fungsi – fungsi administrasi pendidikan, yang meliputi perencanaan, penyusunan organisasi sekolah, pengoordinasian dan pengarahan serta pengelolaan kepegawaian.

1. Membuat Perencanaan
Kepala sekolah dituntut agar mampu membuat perencaanaan, paling tidak perencanaan tahunan yang hendak dilaksanakan oleh sekolah yang dipimpinnya. Adapun cakupan perencanaan tahunan itu meliputi:
a. Program Pengajaran
b. Kesiswaan
c. Kepegawaian
d. Keuangan
e. Perlengkapan

2. Menyusun Organisasi Sekolah
Tanggung jawab kepala sekolah sebagai administrator harus membentuk sebuah struktur yang sistematis untuk menetapkan dan menyusun hubungan kerja seluruh anggota organisasi sekolah. Hal itu digunakan agar tidak terjadi overlaping dalam tugas antar sesama anggota organisasi sekolah.
Dalam penyusunan organisasi sekolah, kepala sekolah perlu memperhatikan prinsip – prinsip berikut ini; mempunyai tujuan yang jelas, para anggota menerima dan memahami tujuan tersebut, adanya kesatuan arah sehingga menimbulkan kesatuan tindakan dan pikiran, adanya kesatuan perintah; para bawahan mempunyai atasan langsung, adanya keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab seseorang di dalam organisasi itu, adanya pembagian tugas yang sesuai dengan kemampuan, keahlian dan bakat masing – masing, struktur organsasi disusun sesuai dengan kebutuhan koordinasi, pengawasan dan pengendalian, pola organisasi bersfat permanen dan adanya jaminan keamanan dalam bekerja serta garis – garis kekuasaan dan tanggung jawab secara hirearki jelas tergambar di dalam struktur organisasi.

3. Bertindak Sebagai Koordinator
Pengoordinasian merupakan kegiatan yang menghubungkan seluruh personal organisasi dengan tugas yang dilakukannya sehingga terjalin kesatuan, keselarasan yang menghasilkan kebijaksanaan serta keputusan yang tepat. Kepala sekolah sebagai admnistrator harus mampu mengoordinasikan bawahannya, yang kegiatannya meliputi pengawasan, penilaan, pengarahan dan bimbingan terhadap setiap personal organisasi sekolah.
Dalam pelaksanaan pengoordinasian kepala sekolah sebaiknya bekerja sama dengan berbagai bagian dalam organsasi sekolah, seperti wali kelas, tata usaha, bimbingan dan penyuluhan, guru bagian kurikulum dan lain sebagainya

4. Melaksanaan Pengelolaan Pegawai
Kepala sekolah memiliki kewenangan dalam mengelola kepegawaian dalam organsas sekolah, diantaranya kepala sekolah dapat mengangkat, mempromosika, menempatkan atau menerima pegawai baru, baik itu sebagai guru, TU ataupun pembimbing ekstra kurikurer. Dalam pengelolaan kepegawaian, kepala sekolah harus memperhatikan kesinambungan kondisi dan kemampuan pelaksananya, antara: jenis kelamin, bakat, kekuatan fisik, latar belakang pendidikan dll.
Adapun cara – cara yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah dalam melakukan pengeloaan pegawai, antara lain: mengadakan diskusi, membentuk koperasi, membentuk ikatan keluarga sekolah, memberikan bantuan dan kesempatan seluas-luasnya kepada para pegawai untuk meningkatkan kemampuannya, mengusulkan dan mengurus kenaikan gaji atau pangkat guru – guru dan pegawai tepat pada waktunya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

C. Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin
Menurut Koontz, O’Donnel dan Weihrich dalam bukunya Management, menyatakan bahwa kepemimpinan secara umum merupakan pengaruh, seni, atau proses mempengaruhi orang lain, sehingga mereka dengan penuh kemauan berusaha kea rah tercapainya tujuan organisasi.
Sehingga berdasarkan uraian definisi kepemimpinan diatas, maka kepala sekolah sebagai pemimpin harus mampu, antara lain:
1. Mendorong timbulnya kemauan yang kuat dengan penuh semangat dan percaya diri para guru, staf dan siswa dalam melaksanakan tugas masing – masing.
2. Memberikan bimbingan dan mengarahkan para guru, staf, dan para siswa serta memberikan dorongan memacu untuk maju serta memberkan ispirasi sekolah dalam mencapai tujuan.
Kepala sekolah adalah pemimpin pendidikan yang mempunyai peranan sangat besar dalam mengembangkan mutu pendidikan di sekolah. Kualitas kepemimpinan kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap terbentuknya semangat kerja, kerja sama yang harmonis, minat terhadap perkembangan pendidikan, suasana kerja yang menyenangkan, dan perkembangan mutu profesional diantara para guru.
Mahmud Yunus dalam bukunya pokok–pokok pendidikan dan pengajaran, menyatakan bahwa seorang kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan harus memenuhi sifat–sifat antara lain: Memiliki khayalan cipta, percaya kepada para pegawainya untuk melaksanakan tugasnya, suka bekerja, bijaksana, berpikir cepat, tegas dan lapang dada serta berpengetahuan luas.
Adapun karakter pemimpin secara teoritis terbagi menjadi tiga bagian, yaitu:
1. Tipe pemimpin yang otoriter, yang menjadi sebagai penguasa tunggal atau penentu yang tidak dapat digangu gugat keputusannya, dengan menggunakan ancaman dan hukuman sebaga alat menjalankan kepemimpinanya.
2. Tipe kepemimpinan laissez-Faire, yang memberikan kebebasan sepenuhnya kepada orang – orang yang dipimpinnya untuk mengambil keputusan secara perseorangan, namun yang demikian ini akan menmbulkan sasaran kerja yang smpang siur, seorang pemimpin hanya berfungsi sebagai pelayan para anggotanya saja.
3. Tipe kepemimpinan demokratis, yaitu menempatkan manusia sebagai faktor utama dan terpenting. Hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin atas landasan saling menghargai dan saling menghormati. Kepemimpinan demokratis merupakan kepemimpinan yang aktif, terarah dan dinamis, yang berusaha memanfaatkan anggota untuk kepentingan dan kemajuan organisasi.

DAFTAR PUSTAKA
Burhanudin. Yusak, Administrasi Pendidikan, Bandung: Pustaka Setia, 2005
Gunawan. Ary H., Admnistrasi Sekolah; Admnistrasi Pendidikan Mikro, Jakarta: Rineka Cipta, 1996
Lazaruth. Soewadji, Kepala Sekolah Dan Tanggungjawabnya, Yogyakarta: Kanisius, 1994
Pidarta. Made, Pemikiran Tentang Supervisi Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 1992
Purwanto. M. Ngalim, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Bandung: PT Rosyda Karya, 2005
Wahjosumidjo, Kepemimpinan Kepala Sekolah; Tinjauan Teoritk dan Permasalahannya, Jakarta: PT. Raja Grafindo, 2002
Yunus. Mahmud, Pokok – Pokok Pendidikan Dan Pengajaran, Jakarta: PT. Hidakarya Agung, 1961

0 komentar:

Post a Comment

Share it